Belajar English Butuh Konsistensi

Kita kayaknya bakal ktmu sama bahasa Inggris seberapapun kt melarikan diri. Ada yg terpaksa krn mau tes TOEFL buat cpns, buat lanjut s2, atau yg dapat santri berbahasa Inggris, atau yg mendadak banget terpaksa syaratnya harus bs English.

Kita tuh geng tiba masa tiba akal kadang2. Pas syaratnya TOEFL harus 450 buat s2, mau belajar sepekan suntuk kalau ga pernah kenal bahasa Inggris ga bakal bisa dapat score itu. Ada yg mau daftr kerja di Australia nyeletuk “Miss saya mau belajar IELTS bulan ini. Syaratnya nilai rendah kok krn buat kerja aja” tetap aja ga bisa instant woy.

Izinkan saya bercerita sebuah pengalaman meneliti “30 Days English Challenge (Self-Study)” tahun 2022 (mungkin ada bbrapa teman dsni alumni program tsb). Eits, jangan diskip walaupun belum suka bahasa Inggris yah ๐Ÿ˜๐Ÿ˜

Waktu itu, program ini bertujuan membiasakan diri berbahasa Inggris selama 30 hari tanpa non-stop, siapapun boleh ikut. Dari yg bahasa Inggrisnya dah oke sampai yg baru mau banget kenalan bahasa Inggris. Karena teknisnya itu belajar sendiri dari panduan tantangan berbahasa Inggris yg kami berikan. Ada tugas2 diberikan untuk speaking, listening, reading, dan writing. Berawal dari 20 peserta yg siap konsisten, mereka semua mengumpulkan tugas tepat waktu, challenge ini pun menjadi hari-hari mereka. Syaratnya, jika skip 1 hari berarti mundur dari challenge (kok galak? Ga galak, penelitan ini untuk melihat konsistensi jadi harus ada aturan). Tau tidak? Setiap ada yg gugur saya sangat sedih & ingin memberikan kesempatan. Tp tantangan 30 hari itu memang harus 30 hari non-stop.

Ada yg bertahan sampai hari ke 5, hari ke 10, hari 15 , bahkan ada hari ke 28. Dari 20 peserta tersisa hanya 3 peserta (dan semuanya dari Kaffah ๐Ÿคญ๐Ÿ˜) yang berhasil konsisten selama 30 hari tsb. Saya tidak menyalahkan yang gugur, karena kita semua punya prioritas masing2 dan ada hal2 urgent selalu terjadi di hidup kita. Challenge (tantangan) ini hanya bertujuan untuk menjadi pegangan buat seluruh peserta jika hendak nantinya mengulang kembali membangun kebiasaan berbahasa Inggris. Jadi bisa mulai lagi kok

Apa yang bisa saya simpulkan pada penelitian tsb

  • Kita kadang antusias setelah termotivasi tp merawat antusias itu perlu usaha keras. Kadang kt bisa, kadang tidak. Konsisten itu sangat sulit Membiasakan diri berbahasa Inggris atau hal lainnya butuh dipaksakan. 30 hari bisa jadi hari pemaksaan ๐Ÿ˜ฉ
  • Bahasa Inggris itu bukan lagi skill tambahan tapi kebutuhan. Harus mau memulai, harus berani mendobrak block di otak “ga lagi butuh kok bahasa Inggris, kerjaanku ga ada kaitannya kok”. Dobrak!๐Ÿ‘ŠKita benar2 butuh. Peserta 20 orang waktu itu dari berbagai profesi, tp mereka memberanikan diri untuk mau belajar bahasa Inggris.
  • Semua hal hanya butuh “Mau + Mulai + Konsisten” Jatuh? Bangun lagi!

Terakhir bangeet, mulai yah! There will be a time, we will regret why didn’t we start to learn English๐Ÿ™ƒ

Tags:

Share:

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like